Welcome To My Blog

Selasa, 27 Maret 2012

Sejarah Archimedes


Archimedes adalah seorang matematikawan, fisikawan, astronom sekaligus filsuf berbangsa Yunani. Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sepanjang sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss.
Archimedes dilahirkan di kota pelabuhan bernama Syracuse, Sicily (sekarang Italia) pada tahun 287 sebelum Masehi. Archimedes merupakan keponakan raja Hiero II yang memerintah di Syracuse pada masa itu.Ketika muda, Archimedes diperkirakan mendapatkan pendidikannya di Alexandria, Mesir. Nama Archimedes menjadi terkenal setelah ia menemukan Hukum Archimedes. Pada suatu hari Archimedes dimintai Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkota emasnya dicampuri perak atau tidak. Archimedes begitu memikirkan masalah ini hingga ia merasa sangat letih dan akhirnya menceburkan dirinya dalam bak mandi umum penuh dengan air.

Lalu, ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia lalu bangkit dan berlari sepanjang jalan ke rumahnya dan berteriak pada istrinya, "Eureka! Eureka!" yang artinya "sudah kutemukan! sudah kutemukan!". Lalu ia membuat hukum Archimedes. Dengan itu ia membuktikan bahwa mahkota raja dicampuri dengan perak. Dan tukang yang membuatnya dihukum mati.

Penemuan yang lain adalah tentang prinsip matematis tuas, sistem katrol yang didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal sendirian saja. Ulir penak, yaitu rancangan model planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan kemungkinan konstelasi di langit.

Archimedes juga digolongkan sebagai salah satu ahli matematika kuno yang terbaik dan terbesar di jamannya. Perhitungan dari Archimedes yang akurat tentang lengkungan bola di jadikan konstanta matematika untuk Pi atau π. Penemuannya terhadap nilai phi ini lebih mendekati dari ilmuan sebelumnya, yaitu 223/71 dan 220/70. Archimedes juga merupakan orang pertama yang mendefinisikan sistem angka yang mengandung "myriad (10000)", myramid menunjukkan seuatu bilangan yang nilainya tak berhingga. Archimedes adalah orang yang mendasarkan penemuannya dengan eksperimen. Sehingga, ia dijuluki Bapak IPA Eksperimental.

Buku-buku yang ditulis oleh Archimedes dan berisikan rumus-rumus matematika masih dapat ditemukan sekarang, antara lain On the Equilibrium of Planes, On the Measurement of a Circle, On Spirals, On the Sphere and the Cylinder dan lain sebagainya. Banyak ahli matematika yang menjadikan buku karya Archimedes sebagai pegangan mereka, dan beberapa ahli matematika tersebut adalah Johannes Kepler (1571-1630) dan Galileo Galilei (1564-1642).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar